Wali Band "Go International"
SIAPA bilang band santri tak bisa menembus pasar internasional. Buktinya, Wali Band, yang disebut-sebut seluruh personelnya jebolan pesantren, sukses "luar dalam". Setelah sukses mencetak hit di dalam negeri lewat sejumlah lagunya, Wali pun berhasil menembus pasar luar negeri alias go international.
Negeri jiran,Malaysia adalah pasar pertama yang ditembus band asal Blora, Jawa Tengah ini. Meski kesuksesan tersebut diiringi berita tak sedap karena lagu-lagu mereka dibajak oleh produser di Malaysia. Kini, lewat tembang "Cari Jodoh" dan "Baik-baik Sayang," Wali bersiap menorehkan prestasi lain, menembus pasar internasional, setidaknya untuk kawasan Eropa.
Di dalam negeri, "Cari Jodoh" dan "Baik-baik Sayang" mencatat rekor tersendiri, dijadikan ringback tone (RBT) hingga 20 juta unduhan. Lagu "Cari Jodoh" kini tengah populer di Eropa lewat suara Fabrizio Faniello, seorang musisi asal Republik Maka. Tentu saja, liriknya sudah diubah ke dalam bahasa Inggris dan judul "Cari Jodoh" berubah menjadi "I No Can Do."
Lirik "I No Can Do" ditulis oleh Mary Susan Applegate, musisi pencipta tembang "The Power of Love" yang dipopulerkan Celine Dion. Sementara itu, lagu "Baik-Baik Sayang" judulnya berubah menjadi "My Heart is Asking You." "Bangga pasti ada. Bagaimana tidak, lagu-lagu kita disukai banyak orang dan diaransemen ulang dalam bahasa Inggris," kata Faank, vokalis Wali, di Hard Rock Cafe Jakarta Pusat, Selasa (3/8).
Gitaris Wali, Apoy, yang juga pencipta lagu "Cari Jodoh," secara jujur mengakui ada perasaan takut, sekaligus bangga dengan masuknya lagu-lagu Wali ke pasar Eropa. "Ini jelas kebanggaan bagi Wah. Namun, kami harus jujur, masih banyak musisi lain yang lebih bagus daripada kami, jauh di atas kami. Mungkin, buat kami, ini adalah berkah. Kami minta doa agar Wali selalu bisa bersyukur,"kata Apoy.
Sementara itu, produser Fabrizio Faniello, Manfred Holz mengatakan, grup band yang berada di bawah naungan label Na-gaswara tersebut memang mendapat tanggapan yang bagus di Eropa. Ia yakin, kedua lagu Wali yang diaransemen ulang versi Inggris bakal menjadi raja di tangga lagu Eropa. "Saya pun termasuk salah satu fan Wali dan kita tahu semua lagu Wali seperti apa. Ketika memproduseri Fabrizio untuk menyangkan lagu Wali, saya senang sekali," ujar Manfred.
Sebagai penyanyi. Fabrizio bukanlah superstar di negaranya, tetapi sebagian orang Eropa sudah mengenalnya. Fabrizio sering terlibat di ajang Eurovision Singing Contest. Ketika dia mendapat tawaran dari produsernya untuk membawakan lagu Wali, Fabrizio antusias merespons. Meski diaransemen ulang dalam bahasa Inggris, lagu tersebut tetap milik Wali.
Wali Band merupakan grup musik yang mengusung genre pop kreatif yang dibentuk pada 31 Oktober 1999. Anggotanya berjumlah lima orang, Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomie (drum), Ovie (ki-bot), dan Nunu (bass). Semua personel band ini adalah lulusan pesantren dan sebagian merupakan alumnus UIN Syarif Hidayattullah Jakarta.
Album pertama mereka "Orang Bilang" dirilis pada 26 Maret 2008. Dalam album tersebut, Wali mengandalkan lagu "Dik" sebagai hit single. Bintang sinetron Shireen Sungkar juga didaulat menjadi model video klip lagu tersebut. Selain beberapa single seperti "Emang Dasar." "Orang Bilang," "Tetap Bertahan," dan "Egokah Aku."
Lagu "Dik" yang andalan grup yang memasukkan unsur dangdut itu tercatat hingga pertengahan Mei 2008, berhasil menjadi RBT bagi sejuta pemilik handphone. Ini menjadi barometer kesuksesan Wali. Sukses album perdana, disusul rilis single jagoan dari album terbarunya, "Cari Jodoh." Bahkan berkat RBT, single "Cari Jodoh" ini, Wali mendapat hadiah umrah dari labelnya, Nagaswara. Ramadan 2009, Wali juga mengeluarkan single religius yang berjudul "Mari Sholawat."
Kini, Wali tampaknya tengah dinaungi oleh banyak keberuntungan.
Jumat, 07 Januari 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
ganti ke mobile mode









